Pendahuluan: Low Back Pain (LBP) merupakan keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi, salah satunya akibat pola hidup sedentari. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko tinggi mengalami pola hidup sedentari karena aktivitas akademik yang menuntut duduk dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola hidup sedentari dengan kejadian LBP pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022–2024 serta tinjauannya menurut pandangan Islam. Metodologi: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 90 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan dipilih melalui simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Sedentary Behaviour Questionnaire (SBQ) dan Roland-Morris Disability Questionnaire (RMDQ). Analisis univariat digunakan untuk distribusi data, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik untuk analisis lanjut. Hasil: Mayoritas responden memiliki pola hidup sedentari tinggi (85,6%), sedangkan prevalensi LBP sebesar 27,8%. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,358 yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara pola hidup sedentari dengan kejadian LBP. Analisis regresi logistik menghasilkan OR=1,78 (p=0,357), yang mengindikasikan bahwa responden dengan pola hidup sedentari tinggi memiliki kemungkinan 1,78 kali lebih besar mengalami LBP dibandingkan dengan pola hidup sedentari rendah, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Simpulan: Pola hidup sedentari tidak berhubungan dengan kejadian LBP pada mahasiswa kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022-2024. Menurut pandangan Islam, gaya hidup sedentari bertentangan dengan ajaran menjaga kesehatan jasmani, sehingga penerapan aktivitas fisik yang seimbang dianjurkan sebagai upaya pencegahan LBP sekaligus bentuk syukur atas nikmat kesehatan.
Copyrights © 2026