Dinamika penggunaan dan penutupan lahan (land-use and land-cover/ LULC) bertindak sebagai indikator vital untuk mengevaluasi transformasi spasial regional dan tekanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi pola konversi lahan dekadal dan menilai implikasi ekologisnya di Kabupaten Malang dari tahun 2015 hingga 2025 dengan menggunakan citra Landsat dan data proyeksi di seluruh tujuh kelas LULC. Hasilnya menunjukkan ekspansi yang signifikan pada permukiman (3.592,92 ha), pertanian (6.780,84 ha), perkebunan (155,18 ha), dan badan air (5,28 ha), di samping kontraksi pada hutan (3.774,69 ha), lahan terbuka (6.214,27 ha), dan semak belukar (545,26 ha) yang didorong oleh ekspansi perkotaan dan agraria. Secara ekologis, kehilangan vegetasi ini mengancam daya dukung lingkungan (environmental carrying capacity) dengan merusak fungsi hidrologis dan meningkatkan risiko erosi. Konsekuensinya, temuan ini menyoroti perlunya perencanaan tata ruang yang cermat dan regulasi penggunaan lahan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan regional.
Copyrights © 2026