Artificial intelligence (AI) offers substantial opportunities for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to optimize digital marketing and customer service, yet most MSME actors in Indonesia still use generative AI tools such as ChatGPT and Canva AI only for simple content creation, without leveraging AI for customer data analysis or service automation. This community service activity was carried out in Belitung in partnership with UPT PLUT UMKM Kabupaten Belitung, aiming to improve MSME actors’ understanding of AI for business and to introduce Jotform as a no-code AI Agent platform for automated marketing and customer service. The method consisted of four stages: needs analysis, chatbot prototype design, hands-on workshop training with pre-test and post-test instruments, and post-training mentoring. Quantitative results from 18 MSME participants show that basic understanding of AI for business increased from 72% (13 of 18 respondents) before training to 94% (17 of 18 respondents) after training, an increase of 22 percentage points. After training, participants rated their understanding of AI-based digital marketing at an average of 3.94 out of 5, confidence in creating promotional content independently at 4.33, and overall training satisfaction at 4.61, while 100% of participants stated they intended to use AI routinely in their business and would recommend the training to other MSME actors. These findings indicate that the limited use of AI among MSMEs stems primarily from a literacy gap rather than technical barriers, and that structured, hands-on training can effectively close this gap. ABSTRAK Kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan pemasaran digital dan layanan pelanggan, namun sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia masih memanfaatkan AI generatif seperti ChatGPT dan Canva AI sebatas untuk pembuatan konten sederhana, tanpa memanfaatkannya untuk analisis data pelanggan maupun otomasi layanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Belitung bekerja sama dengan UPT PLUT UMKM Kabupaten Belitung, bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap AI untuk bisnis serta memperkenalkan Jotform sebagai platform no-code AI Agent untuk otomasi pemasaran dan layanan pelanggan. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan prototype chatbot, workshop pelatihan hands-on dengan instrumen pre-test dan post-test, serta pendampingan pasca pelatihan. Hasil kuantitatif terhadap 18 pelaku UMKM peserta menunjukkan bahwa pemahaman dasar tentang AI untuk bisnis meningkat dari 72% (13 dari 18 responden) sebelum pelatihan menjadi 94% (17 dari 18 responden) setelah pelatihan, atau meningkat sebesar 22 poin persentase. Setelah pelatihan, peserta menilai pemahaman mereka terhadap pemasaran digital berbasis AI rata-rata 3,94 dari skala 5, kepercayaan diri membuat konten promosi mandiri 4,33, dan kepuasan terhadap pelatihan secara keseluruhan 4,61, sementara 100% peserta menyatakan berencana menggunakan AI secara rutin dalam bisnisnya dan bersedia merekomendasikan pelatihan ini kepada pelaku UMKM lain. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan pemanfaatan AI di kalangan UMKM terutama disebabkan oleh kesenjangan literasi, bukan semata kendala teknis, dan bahwa pelatihan terstruktur berbasis praktik langsung efektif menjembatani kesenjangan tersebut.
Copyrights © 2026