Persaingan antara UMKM fashion lokal dan produk impor pakaian thrift semakin ketat, terutama melalui kanal digital yang menawarkan harga rendah dan jangkauan pasar luas. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi mya.thelabel yang memiliki keunggulan pada kualitas produk dan identitas merek, tetapi masih menghadapi rendahnya brand awareness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pemasaran digital dan tingkat brand awareness mya.thelabel serta merumuskan strategi pemasaran digital yang dapat meningkatkan brand awareness dalam menghadapi kompetisi produk impor pakaian thrift. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap 104 responden perempuan berusia 20–30 tahun. Analisis dilakukan menggunakan brand awareness, SWOT, IFE, EFE, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat brand awareness berada pada skor 2,79 dengan posisi dominan pada kategori Unaware of Brand. Hasil analisis IFE memperoleh skor 1,63, sedangkan EFE sebesar 3,15. Berdasarkan QSPM, strategi prioritas adalah WO1 berupa penyusunan content calendar dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 6,86. Strategi tersebut diintegrasikan dengan optimalisasi konten organik berbasis Wear the Joy, kolaborasi KOL dan iklan digital tertarget, diferensiasi kualitas produk lokal, serta penguatan komunikasi value proposition. Implementasi strategi diwujudkan melalui lima content pillar dan content calendar selama delapan minggu pada Instagram dan TikTok. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan brand awareness mya.thelabel lebih tepat diarahkan pada penguatan konsistensi, jangkauan, dan integrasi komunikasi digital daripada perubahan fundamental pada produk maupun harga.
Copyrights © 2026