Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan biaya produksi dan pendapatan petani di Desa Hikong, Dusun Natargahar, akibat erupsi Gunung Lewotobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ketua serta anggota Kelompok Tani Mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erupsi Gunung Lewotobi memberikan dampak negatif terhadap kondisi ekonomi petani. Sebelum erupsi, rata-rata pendapatan petani mencapai Rp 5.000.000 per musim panen dengan total biaya produksi sebesar Rp 2.600.000. Setelah erupsi, pendapatan menurun menjadi Rp 1.000.000, sedangkan biaya produksi meningkat menjadi Rp 3.910.000. Peningkatan biaya disebabkan oleh kebutuhan pemulihan lahan, pembelian benih, pupuk, pestisida, serta bertambahnya biaya tenaga kerja dan transportasi. Dengan demikian, erupsi Gunung Lewotobi menyebabkan peningkatan biaya produksi dan penurunan pendapatan yang berdampak pada keberlanjutan usaha tani dan kesejahteraan petani.
Copyrights © 2026