Artikel ini menyajikan kajian stilistika terhadap surah At-Tariq dengan menggunakan lima level analisis yang lazim dipakai dalam kajian stilistika Al Quran, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan imagery. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan metode deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) tekstur bunyi surah ini didominasi oleh konsonan lateral lam serta konsonan nasal nun dan mim yang memperkuat nuansa ketegasan dan kepastian pesan; 2) pergantian antara bentuk pasif khuliqa dan struktur sumpah yang menonjolkan pelaku tersembunyi menegaskan peran Allah sebagai Sang Pencipta; 3) surah ini dibangun di atas paralelisme dan repetisi sintaksis, khususnya pengulangan akar kata ك-ي-د pada ayat 15-16 dan pengulangan akar ر-ج-ع yang menautkan kebangkitan manusia dengan siklus air di alam; 4) secara semantik, kata-kata kunci seperti at-tariq, ar-raj’, dan as-sara’ir mengandung makna berlapis yang menghubungkan sumpah kosmis dengan pesan eskatologis; 5) imagery bintang yang menembus kegelapan (an-najmu ath-thaqib) dan air yang memancar (ma’in dafiq) berfungsi sebagai majaz yang mencerminkan argumen utama surah ini: sesuatu yang tampak kecil atau tersembunyi tetap menyimpan daya yang menentukan, sebagaimana Allah yang menciptakan manusia pertama kali pasti kuasa untuk membangkitkannya kembali. Kata Kunci: Al-Qur’an, At-Tariq, Stilistika, Uslub
Copyrights © 2026