Subsidi bahan bakar minyak (BBM) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, serta mendukung aktivitas perekonomian. Namun, dalam pelaksanaannya masih muncul pertanyaan mengenai apakah subsidi BBM telah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan sasaran subsidi BBM di Indonesia serta mengidentifikasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas penyalurannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi dokumenter. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti peraturan pemerintah, laporan lembaga resmi, serta artikel berita dari media yang kredibel . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketepatan sasaran subsidi BBM, antara lain melalui penetapan kelompok penerima subsidi, penerapan Program Subsidi Tepat berbasis QR Code, registrasi pengguna BBM bersubsidi, serta penguatan pengawasan distribusi di SPBU. Meskipun demikian, berbagai data menunjukkan bahwa subsidi BBM belum sepenuhnya tepat sasaran. Sebagian besar konsumsi BBM bersubsidi masih dimanfaatkan oleh kendaraan pribadi dan kelompok masyarakat berpendapatan menengah hingga tinggi. Selain itu, masih ditemukan berbagai bentuk penyalahgunaan, seperti pelansiran dan penyalahgunaan barcode, yang menyebabkan manfaat subsidi belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan sistem pendataan penerima, integrasi data sosial ekonomi, serta pengawasan distribusi yang lebih ketat agar subsidi BBM dapat disalurkan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Copyrights © 2026