Personal hygiene menstruasi merupakan masalah penting bagi remaja putri. Data WHO (2021) menyebutkan lebih dari 50% perempuan di dunia tidak memahami pentingnya kebersihan saat menstruasi. Kementerian Kesehatan RI (2023) melaporkan bahwa 38% siswi sekolah dasar di Indonesia belum pernah mendapatkan penjelasan tentang menstruasi dari guru maupun orang tua. Survei di SDN Sukorame 3 menunjukkan 70% remaja putri memiliki pengetahuan kurang tentang personal hygiene menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi menggunakan metode traffic light sehat terhadap pengetahuan tersebut. Jenis penelitian adalah pre-eksperimental dengan sampel 30 responden remaja putri yang sudah menstruasi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test tingkat signifikansi 0,05. Hasilnya menunjukkan, sebelum edukasi, 56,7% responden berada dalam kategori cukup, setelah edukasi, 96,67% berada dalam kategori baik. Uji Wilcoxon diperoleh Z = -4.400 dan p = 0,001 (<0,05), menandakan adanya perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Edukasi menggunakan metode traffic light sehat terbukti efektif meningkatkan pengetahuan personal hygiene menstruasi. Pendekatan visual interaktif memudahkan mengingat pesan. Disarankan penggunaan media ini secara berkelanjutan dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan kebersihan kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026