Lonjakan investor muda di pasar modal menimbulkan paradoks antara penguasaan literasi teknis dan kerentanan terhadap bias emosional dalam pengambilan keputusan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan tentang laporan keuangan, risk tolerance, ekspektasi return, dan fear of missing out terhadap minat investasi saham pada mahasiswa akuntansi perguruan tinggi negeri di Jakarta. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 258 responden yang telah menempuh mata kuliah Manajemen Keuangan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner digital dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang laporan keuangan dan ekspektasi return berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi saham. Sebaliknya, risk tolerance dan fear of missing out terbukti tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menyimpulkan bahwa minat investasi mahasiswa akuntansi didominasi oleh rasionalitas kognitif internal dan pertimbangan ekonomi terukur, bukan oleh dorongan emosional maupun tekanan sosial di media digital. Implikasi praktis menekankan pentingnya penguatan edukasi pasar modal berbasis analisis fundamental dan kurikulum keuangan aplikatif dibandingkan strategi pemasaran afektif
Copyrights © 2026