Pendahuluan: Neuropati diabetik (ND) merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang ditandai oleh kerusakan sistem saraf perifer dan pusat akibat hiperglikemia berkepanjangan. Kondisi ini menyebabkan nyeri neuropatik, gangguan sensorik, disfungsi motorik, serta penurunan kualitas hidup. Terapi yang tersedia saat ini umumnya bersifat simptomatik dan belum mampu memperbaiki fungsi saraf secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terapi alternatif yang inovatif dan non-invasif. Metode: Penelitian ini merupakan kajian literatur naratif dengan penelusuran sistematis pada mesin pencarian akademik Google Scholar serta basis data PubMed dan ScienceDirect. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, skrining, serta penilaian kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak enam artikel dianalisis secara kualitatif untuk mensintesis temuan utama terkait efektivitas prolonged continuous theta burst stimulation (pcTBS). Pembahasan: Hasil kajian menunjukkan bahwa pcTBS yang ditargetkan pada primary motor cortex (M1) dan dorsolateral prefrontal cortex (DLPFC) mampu meningkatkan eksitabilitas kortikospinal yang ditandai dengan peningkatan amplitudo motor evoked potential (MEP), serta memperkuat inhibisi intrakortikal melalui mekanisme GABAergik. Perubahan neurofisiologis tersebut berkorelasi dengan penurunan intensitas nyeri neuropatik, perbaikan fungsi motorik, serta peningkatan kualitas hidup pasien. Selain itu, pcTBS memiliki profil keamanan yang baik dengan efek samping minimal. Simpulan: pcTBS berpotensi menjadi terapi neuromodulasi non-invasif yang efektif sebagai terapi adjuvan dalam mengurangi nyeri neuropatik dan meningkatkan fungsi motorik pada pasien neuropati diabetik, sehingga layak dipertimbangkan dalam praktik klinis.
Copyrights © 2026