This study aimed to evaluate feed intake, nutrient intake, and nutrient digestibility of Warmblood horses at the Bali Equestrian Centre over a three-month period, as well as their relationship with body weight and feeding patterns. Four mares were observed: Choco Chips (511 kg, 6 years), Honey (532 kg, 8 years), Lupita (408 kg, 5 years), and Olympia (426 kg, 13 years). Feeding was carried out four times daily. Forage and concentrate were provided at 06:00, 12:00, and 18:00, with the concentrate offered prior to forage. At 22:00, forage was provided in the form of hay. The results showed variations in dry matter intake, with the highest intake observed in Choco Chips (11,323.54 g/day) and the lowest in Olympia (7,096.12 g/day), followed by similar patterns in nutrient intake. Dry matter digestibility ranged from 47.42% to 67.37%, organic matter digestibility from 51.49% to 71.37%, crude protein digestibility from 86.02% to 89.10%, crude fiber digestibility from 46.73% to 61.74%, and ash digestibility from 18.81% to 33.76%. The relationship between intake, digestibility, and body weight indicated that horses with greater body weight tended to have higher nutrient requirements; however, age, activity level, and digestive microbial adaptation influenced individual results. Feeding concentrate before forage and providing hay at night supported feed intake and nutrient digestibility. In conclusion, the ration provided was able to meet the nutritional requirements of Warmblood horses, although individual evaluation remains important to improve feed utilization efficiency. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsumsi pakan, konsumsi nutrien, dan kecernaan nutrien pada kuda Warm Blood di Bali Equestrian Centre selama tiga bulan, serta hubungannya dengan bobot badan dan pola pemberian pakan. Empat kuda betina diamati, yaitu Choco Chips (511 kg, 6 tahun), Honey (532 kg, 8 tahun), Lupita (408 kg, 5 tahun), dan Olympia (426 kg, 13 tahun). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 4 kali. Pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00 diberikan pakan hijauan dan konsentrat. Pakan konsentrat diberikan terlebih dahulu sebelum pemberian hijauan. Pada pukul 22.00 diberikan hijauan dalam bentuk hay Hasil menunjukkan variasi konsumsi bahan kering, tertinggi pada Choco Chips (11.323,54 g/hari) dan terendah pada Olympia (7.096,12 g/hari), yang diikuti oleh pola konsumsi nutrien. Nilai kecernaan bahan kering berkisar 47,42–67,37%, bahan organik 51,49–71,37%, protein kasar 86,02–89,10%, serat kasar 46,73–61,74%, dan kecernaan abu 18,81–33,76%. Hubungan konsumsi dan kecernaan dengan bobot badan menunjukkan bahwa kuda dengan bobot lebih besar cenderung memiliki kebutuhan nutrien lebih tinggi, namun faktor usia, aktivitas, dan adaptasi mikroba pencernaan memengaruhi hasil secara individual. Pemberian konsentrat sebelum hijauan dan hay pada malam hari mendukung konsumsi pakan dan kecernaan nutrien. Kesimpulannya, ransum yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan nutrien kuda Warm Blood, namun evaluasi individual tetap penting untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan.
Copyrights © 2026