Turnover intention merupakan isu penting dalam manajemen sumber daya manusia karena dapat menjadi tahap awal sebelum terjadinya turnover aktual dan memengaruhi stabilitas organisasi. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan penelitian berupa ketidakkonsistenan hasil studi mengenai pengaruh langsung kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap turnover intention, khususnya pada organisasi logistik. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan turnover intention serta menguji pengaruh kedua faktor organisasi tersebut secara parsial dan simultan terhadap turnover intention karyawan PT X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori terhadap 104 karyawan yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan statistika deskriptif serta regresi linier berganda dengan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi dipersepsikan sangat baik, sedangkan turnover intention berada pada kategori rendah. Kepemimpinan transformasional berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap turnover intention, sedangkan budaya organisasi berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan kemampuan menjelaskan 22,6% variasi turnover intention. Kebaruan penelitian terletak pada temuan bahwa budaya organisasi menjadi faktor organisasi yang lebih menentukan dalam konteks perusahaan logistik yang diteliti.
Copyrights © 2026