Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 4 (2026): July 2026

Potensi Landfill Mining dan Kualitas Refuse-Derived Fuel (RDF) dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar, Kota Balikpapan

Ida Bagus Dharmawan (Politeknik Negeri Balikpapan)
Eko Heryadi (department of chemical engineering, faculty of enginnering, universitas Mulawarman, Jl. Sambaliung no.9 Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Kalimantan Timur)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

Permasalahan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang kritis mendorong perlunya solusi berkelanjutan tanpa ekspansi lahan. Penelitian ini mengimplementasikan Landfill Mining (LFM) di TPA Manggar kota Balikpapan, untuk menganalisis karakteristik material sampah yang ditimbun dan mengevaluasi potensinya sebagai bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF). Sampel diambil dari dua zona penimbunan dengan kedalaman 1,5; 3,0; dan 4,5 meter, kemudian dipilah dan dianalisis komposisinya. Hasil karakterisasi menunjukkan dominasi fraksi campuran (mixed waste) dan plastik, dengan kandungan bahan berkalori tinggi (plastik 16–24%, kayu 13–14%). Analisis laboratorium terhadap sampel RDF menunjukkan nilai kalor 15,98–17,54 MJ/kg, kadar klorin <0,01%, kadar abu 3,2–6,1%, dan kadar air yang masih tinggi (29,5–45,7%). Nilai kalor, kadar klorin, dan kadar abu telah memenuhi standar RDF untuk co processing di industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), namun kadar air masih jauh melampaui batas maksimum yang dipersyaratkan (<20%) sehingga produk RDF ini belum sepenuhnya memenuhi standar secara keseluruhan dan memerlukan tahap pengeringan tambahan sebelum dimanfaatkan. Estimasi awal menunjukkan fraksi combustible yang berpotensi diolah menjadi RDF berkisar 35–50% dari berat kering material hasil galian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa material hasil LFM di TPA Manggar berpotensi tinggi sebagai sumber energi terbarukan yang mendukung ekonomi sirkular, dengan potensi turut memperpanjang umur operasional TPA yang masih memerlukan kuantifikasi lebih lanjut.

Copyrights © 2026