Penelitian ini menilai potensi resiliensi relatif terumbu karang di perairan sekitar PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo berdasarkan data lapangan pada hari survei di empat stasiun: Mercusuar (MR), Water Intake (WI), Water Discharge Timur (WDT), dan Water Discharge Barat (WDB). Sebanyak 12 indikator biotik–abiotik dikumpulkan menggunakan Underwater Photo Transect (70 m), Underwater Visual Census (70 m), Belt Transect (70 m), serta pengukuran suhu permukaan. Indikator yang didapatkan kemudian dilakukan indeks komposit untuk membandingkan nilai resiliensi relatif antar stasiun dengan pembobotan yang sama. Hasil menunjukkan MR memiliki resiliensi relatif tertinggi (Final = 1,000; kategori medium-high) yang ditopang fungsi herbivori kuat; diikuti WI (0,926; medium–high) didukung tutupan karang dan proporsi karang resisten yang tinggi. Stasiun discharge lebih rendah, terutama WDT (0,315; low) dan WDB (0,741; medium–low), ditandai pelemahan herbivori dan tekanan gangguan/kompetisi yang lebih besar. Perbedaan suhu menunjukkan stasiun discharge lebih hangat daripada stasiun kontrol. Studi ini memberikan nilai yang merupakan perbandingan internal antar stasiun, sehingga tidak menginterpretasikan kategori mutu ekologis secara absolut. Hasil ini memberikan gambaran awal mengenai indikator yang dapat menjadi prioritas untuk pemantauan resiliensi terumbu karang di sekitar PLTU Paiton.
Copyrights © 2026