Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 4 (2026): July 2026

Kelimpahan Mikroplastik dalam Sedimen Mangrove di Sepanjang Sungai Somber Kota Balikpapan

Louisa Dellia Sumale (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Mohammad Sumiran Paputungan (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Iwan Suyatna (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Hamdhani Hamdhani (Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Irwan Ramadhan Ritonga (Department of Marine Science, Mulawarman University. Jl. Gunung Tabur No 1, Kampus Gunung Kelua, Samarinda. East Kalimantan)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

Pencemaran mikroplastik merupakan salah satu ancaman serius terhadap ekosistem perairan. Selain perairan, mikroplastik juga dapat mencemari sedimen di wilayah pesisir, salah satunya di Sungai Somber, Balikpapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis, kelimpahan, sebaran, dan tingkat pencemaran mikroplastik pada sedimen mangrove di sepanjang Sungai Somber, Kota Balikpapan. Sampel sedimen pada bagian permukaan (± 30 cm) diambil dari 10 stasiun (hulu-hilir) yang berbeda menggunakan sekop tangan, dan dianalisis menggunakan metode flotasi NaCl jenuh. Mikroplastik pada sedimen diidentifikasi dengan metode inspeksi visual mikroskopis. Ditemukan empat jenis mikroplastik pada sedimen, yaitu fragmen (1.733,33 partikel/kg), film (600,00 partikel/kg), fiber (6.166,67 partikel/kg), dan granul (233,33 partikel/kg). Kelimpahan mikroplastik pada sedimen berkisar 367 170 partikel/100 gr, dengan rata-rata 87,33 ± 46,74 partikel/100 gr, dan didominasi oleh fragmen (70%). Secara spasial, kelimpahan tidak menunjukkan pola linier yang konsisten dari hulu ke hilir; kelimpahan tertinggi ditemukan di bagian tengah (Stasiun 6 dan 7) yang berada di dekat aktivitas antropogenik, sedangkan di bagian hilir (Stasiun 8 10) kelimpahan cenderung lebih rendah. Analisis regresi linier menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan secara statistik antara kelimpahan mikroplastik dan jarak dari hulu (r = 0,45; R² = 0,199; p > 0,05). Nilai Indeks Beban Pencemaran (PLI = 1,998) mengindikasikan tingkat risiko kontaminasi yang sangat rendah. Meskipun demikian, temuan ini menunjukkan perlunya pengelolaan limbah yang lebih terarah, khususnya di stasiun dengan kelimpahan relatif tinggi (Stasiun 6 dan 7), serta pemantauan berkala untuk mendukung kelestarian ekosistem Sungai Somber.

Copyrights © 2026