ABSTRAK Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu strategi nasional dalam meningkatkan kesiapsiagaan persalinan serta mencegah keterlambatan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal melalui keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Keberhasilan implementasi P4K sangat dipengaruhi oleh peran kader Posyandu sebagai mitra bidan desa dalam melakukan pendampingan ibu hamil, deteksi dini faktor risiko, edukasi keluarga, serta penguatan sistem rujukan. Berdasarkan hasil identifikasi di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, implementasi P4K belum berjalan optimal karena masih terdapat ibu hamil yang belum melengkapi stiker P4K, pendampingan kader belum dilakukan secara terstruktur, serta koordinasi antara kader dan bidan desa masih perlu diperkuat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran kader Posyandu dalam implementasi Program P4K sebagai upaya pencegahan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pendampingan berupa penyuluhan, diskusi, simulasi, dan praktik, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 40 kader Posyandu di Balai Desa Kesuben. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai Program P4K, meningkatnya kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini faktor risiko kehamilan, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memperkuat koordinasi dengan bidan desa dalam pemantauan ibu hamil. Pendampingan juga mendorong meningkatnya kesiapan keluarga dalam merencanakan persalinan dan rujukan apabila terjadi komplikasi. Pendampingan kader Posyandu secara berkelanjutan menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam memperkuat implementasi Program P4K serta mendukung upaya pencegahan kegawatdaruratan maternal dan neonatal melalui kolaborasi antara kader Posyandu, bidan desa, pemerintah desa, dan perguruan tinggi Kata Kunci: Kader Posyandu, Program P4K, Pendampingan, Kegawatdaruratan Maternal, Neonatal. ABSTRACT Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K) is a national strategy designed to improve birth preparedness and reduce delays in managing maternal and neonatal emergencies through active participation of families and communities. The success of the program depends on the role of community health volunteers (Posyandu cadres) as partners of village midwives in assisting pregnant women, identifying risk factors, providing health education, and strengthening referral systems. Purpose: This community service aimed to optimize the role of Posyandu cadres in implementing the P4K program to prevent maternal and neonatal emergencies. Methods: A participatory mentoring approach was implemented through three stages: coordination and needs assessment, mentoring activities consisting of health education, discussions, simulations, and practical sessions, followed by monitoring and evaluation. The program involved 40 Posyandu cadres in Kesuben Village, Lebaksiu District, Tegal Regency. Results: The mentoring program improved cadres’ knowledge and skills regarding P4K implementation, enhanced their ability to identify pregnancy risk factors, educate families, and strengthen coordination with village midwives in monitoring pregnant women. The program also increased family preparedness for childbirth and emergency referral planning. Conclusion: Continuous mentoring of Posyandu cadres effectively strengthens the implementation of the P4K program and supports community-based prevention of maternal and neonatal emergencies through collaboration among Posyandu cadres, village midwives, local government, and higher education institutions. Keywords: Community Empowerment, Maternal Emergency, Neonatal Emergency, P4K.
Copyrights © 2026