Persaingan global yang ketat mendorong perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan melalui penerapan Total Quality Management (TQM) dan pembentukan budaya organisasi yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap produktivitas karyawan serta menguji peran budaya organisasi sebagai variabel moderasi pada CV. XYZ. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan bantuan software SmartPLS 4. Data diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada 68 responden di CV. XYZ. Hasil pengujian menunjukkan bahwa TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan secara langsung dengan nilai P-value sebesar 0,001 (< 0,05) dan koefisien jalur -0,319. Namun, budaya organisasi terbukti tidak mampu memoderasi hubungan antara TQM dan produktivitas karyawan dengan nilai P-value sebesar 0,967 (> 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan TQM secara langsung berdampak pada produktivitas, sementara resistensi budaya kerja lama dapat menjadi kendala dalam proses moderasi. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya manajemen perubahan budaya dan pelatihan berkelanjutan untuk mendukung implementasi TQM yang optimal.
Copyrights © 2026