Pesantren semakin mengembangkan unit kewirausahaan sebagai strategi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi santri dan keberlanjutan kelembagaan. Namun, perkembangan aktivitas bisnis pesantren membutuhkan integrasi nilai etika Islam, tata kelola organisasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana prinsip etika bisnis Islam yang meliputi shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah diintegrasikan ke dalam budaya organisasi Unit Bisnis Santripreneur PP Al-Luqmaniyyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain embedded case study. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak yang terlibat dalam pengelolaan unit bisnis pesantren. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola penerapan nilai Islam dalam praktik organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip shiddiq diterapkan melalui transparansi pengelolaan keuangan dan kejujuran transaksi, amanah melalui pembagian tanggung jawab dan akuntabilitas pelayanan, tabligh melalui komunikasi terbuka dan musyawarah, serta fathanah melalui pengambilan keputusan berbasis nilai Islam dan inovasi organisasi. Integrasi keempat prinsip tersebut membentuk budaya organisasi yang mendukung kepercayaan pelanggan, kedisiplinan kerja, penguatan sistem organisasi, serta pengembangan unit bisnis melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan inovasi teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan memperluas kajian etika bisnis Islam dalam konteks kewirausahaan pesantren melalui integrasi perspektif kepemimpinan etis, budaya organisasi, dan akuntabilitas ganda.
Copyrights © 2026