Organisasi kemahasiswaan berperan penting dalam pengembangan diri mahasiswa, namun efektivitasnya menimbulkan keberagaman persepsi. Kebaruan penelitian ini terletak pada kombinasi ekstraksi fitur TF-IDF dan algoritma Naïve Bayes untuk memetakan persepsi serta sentimen mahasiswa terhadap eksistensi organisasi kemahasiswaan guna mendukung evaluasi kebijakan kemahasiswaan di tingkat universitas. Melalui pendekatan kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner Google Form dari 505 mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri Sumatera Utara lintas fakultas dan angkatan. Data teks diproses melalui tahapan text preprocessing (cleaning, case folding, stopword removal, stemming, dan tokenizing). Pelabelan sentimen awal dilakukan berbasis kamus Lexicon dan divalidasi menggunakan koefisien Cohen's kappa. Data kemudian ditransformasikan melalui pembobotan TF-IDF serta dibagi dengan rasio 80% data latih dan 20% data uji sebelum diklasifikasikan menggunakan Naïve Bayes. Evaluasi kinerja model menggunakan confusion matrix menghasilkan akurasi sebesar 86,14% (87 dari 101 data uji terklasifikasi benar), meliputi 7 dari 8 data negatif, 43 dari 53 netral, dan 37 dari 40 positif. Hasil tersebut menunjukkan kinerja model yang baik, sehingga penelitian ini dapat menjadi acuan ilmiah bagi mahasiswa serta bahan pertimbangan pimpinan universitas maupun pengurus organisasi dalam merumuskan strategi gerakan dan komunikasi organisasi yang lebih responsif.
Copyrights © 2026