Minyak Sawit Merah (RPO) mengandung banyak β-karoten yang berfungsi sebagai provitamin A, tetapi tidak tahan lama karena mudah teroksidasi, terpengaruh oleh cahaya, dan panas. Oleh karena itu, teknologi mikroenkapsulasi diperlukan untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tanaman kelapa sawit dalam proses mikroenkapsulasi MSM. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) nonfaktorial, yang melibatkan tiga variasi konsentrasi pati, yaitu 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang dianalisis meliputi β-karoten, asam lemak bebas (FFA), kadar air, dan kadar pengotor, yang diuji dengan analisis varians (ANOVA) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 5% menghasilkan kadar β-karoten tertinggi, meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antar perlakuan. Di sisi lain, juga terlihat bahwa dengan meningkatnya konsentrasi pati, kualitas lain cenderung membaik, seperti penurunan kandungan FFA, kandungan air, dan kandungan pengotor. Secara ilmiah, ini menunjukkan bahwa konsentrasi pati yang lebih tinggi dapat menciptakan lapisan pelindung yang lebih efektif untuk melindungi komponen minyak dari kerusakan. Oleh karena itu, pemilihan konsentrasi pati sebagai bahan enkapsulasi harus disesuaikan dengan parameter kualitas yang menjadi perhatian utama.
Copyrights © 2026