Industri pengolahan kerupuk singkong skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seringkali masih sangat mengandalkan tenaga manusia secara manual dalam keseluruhan siklus proses produksinya. Penelitian ini dilakukan di sebuah pabrik kerupuk singkong yang telah beroperasi selama 13 tahun di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis postur kerja dan tata letak fasilitas secara spesifik pada stasiun penjemuran menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), serta meninjaunya secara kritis dari perspektif keadilan sosial berdasarkan Sila ke-5 Pancasila. Hasil observasi awal di lapangan menunjukkan adanya postur kerja yang sama sekali tidak ergonomis. Pekerja terpaksa harus menjangkau terlalu jauh ke bawah, membungkuk (fleksi punggung 20-60 derajat), dan berdiri-duduk secara repetitif karena tata letak wadah penjemuran yang berada di lantai atau jauh di bawah kursi kerja. Perhitungan metode REBA menghasilkan skor akhir sebesar 6 yang mengindikasikan level risiko sedang (medium risk) sehingga menuntut tindakan perbaikan segera. Postur canggung (awkward posture) ini terbukti berisiko memicu keluhan sistem muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders). Usulan perbaikan tata letak fasilitas diberikan melalui pengadaan meja bantuan atau troli beroda guna mendekatkan dan menaikkan level wadah jemur agar sejajar dengan postur alami pekerja. Intervensi ini dirancang untuk mereduksi risiko cedera sekaligus mendukung pencapaian target peningkatan kapasitas produksi pabrik. Dalam tinjauan Pancasila, penyediaan fasilitas kerja yang ergonomis bagi pekerja UMKM bukan sekadar efisiensi bisnis, melainkan perwujudan nyata dari perlindungan hak asasi dan keadilan sosial substantif. Hal ini memastikan bahwa setiap pekerja akar rumput berhak mendapatkan kondisi kerja yang aman, sehat, dan bermartabat.
Copyrights © 2026