Entitas integrasi Pelindo melahirkan PT Pelindo Terminal Petikemas sebagai subholding untuk modernisasi pelabuhan logistik. Meskipun volume operasional melonjak, ketidakselarasan antara produktivitas fisik dan stabilitas finansial berpotensi memicu inefisiensi akibat eskalasi biaya dan membebani beban jangka pendek. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesehatan finansial perusahaan pasca integrasi sekaligus menguji kemandirian struktur permodalannya selama periode 2021-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui teknik studi dokumentasi laporan keuangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja likuiditas berada dalam tren pemulihan ke zona aman pasca-restrukturisasi utang, meskipun terdeteksi gejala dana menganggur. Kinerja solvabilitas menunjukkan penguatan modal sendiri yang signifikan yang menekan ketergantungan utang eksternal. Kinerja sempat mengalami penurunan teknis akibat efek pengenceran modal dan jeda waktu optimalisasi aset, namun tumbuh tajam mencapai puncaknya pada tahun 2024. Kinerja aktivitas tercatat progresif melalui efisiensi penyediaan berkat sistem penyediaan terpadu satu pintu. Kesimpulannya, luasnya skala operasional pelabuhan terbukti dipengaruhi oleh struktur permodalan yang sehat dan mandiri, namun manajemen perlu mengoptimalkan penempatan dana serta memperketat efisiensi biaya operasional jangka pendek.
Copyrights © 2026