Fenomena financial distress akibat kegagalan pengelolaan utang pada sejumlah BUMN di Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan utang harus dikelola secara hati-hati dan optimal demi menjaga stabilitas kinerja perusahaan. Merespons permasalahan tersebut serta adanya inkonsistensi dari penelitian terdahulu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen, struktur aset dan free cash flow terhadap kebijakan utang dengan risiko bisnis sebagai variabel moderasi pada BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan 105 sampel selanjutnya menjadi 98 sampel setelah mengeliminasi data outlier dari total 148 populasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan analisis MRA (Moderated Regression Analysis) yang meliputi uji normalitas, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa risiko bisnis tidak mampu memoderasi pengaruh kebijakan dividen terhadap kebijakan utang, risiko bisnis tidak mampu memoderasi pengaruh struktur aset terhadap kebijakan utang dan risiko bisnis tidak mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap kebijakan utang.
Copyrights © 2026