Kemacetan di Kota Bandung merupakan persoalan multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan volume kendaraan, tetapi juga dipengaruhi fragmentasi kelembagaan, keterbatasan integrasi kebijakan, dan kompleksitas mobilitas metropolitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi collaborative governance sebagai pendekatan strategis dalam penguatan tata kelola transportasi untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui kajian teoretis terhadap literatur ilmiah, penelitian terdahulu, dokumen kebijakan, dan regulasi yang relevan. Analisis menggunakan perspektif collaborative governance Ansell dan Gash serta konsep integrasi kebijakan transportasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengurangan kemacetan membutuhkan transformasi dari koordinasi yang bersifat sektoral dan prosedural menuju kolaborasi strategis yang mengintegrasikan aktor, kebijakan, sumber daya, informasi, dan tindakan. Dengan demikian, collaborative governance dapat menjadi landasan konseptual bagi terbentuknya tata kelola transportasi yang lebih integratif, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026