Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem preventive maintenance mesin kompresor udara serta mengintegrasikannya dengan pengendalian persediaan suku cadang guna meminimalkan downtime produksi pada lini pengemasan di PT XYZ. Mesin kompresor memiliki peran vital dalam menyuplai udara bertekanan untuk menggerakkan sistem pneumatik pada produksi makanan ringan. Penerapan strategi pemeliharaan yang masih bersifat breakdown maintenance berisiko menyebabkan terhentinya proses produksi akibat kelangkaan suku cadang saat mesin mengalami kerusakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan indikator jam kerja mesin (Hour Meter / HM) untuk menentukan interval penggantian komponen kritis, peramalan kebutuhan suku cadang menggunakan metode Moving Average (MA), serta penentuan stok pengaman (Safety Stock). Hasil analisis menunjukkan bahwa unit kompresor Kaeser ASD-37 (CC_ID 0O050051) memiliki beban kerja tertinggi yaitu rata-rata 682,67 HM/bulan. Berdasarkan konversi batas standar HM pabrikan, siklus penggantian berkala ditetapkan untuk filter udara setiap ~3 bulan (2.000 HM), filter oli setiap ~4,4 bulan (3.000 HM), serta oli, separator, drive coupling, dan bearing setiap ~8,8 bulan (6.000 HM).
Copyrights © 2026