UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah, termasuk di Kota Surabaya yang menurut data Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya tahun 2024 memiliki lebih dari 150.000 unit usaha. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala dalam pengelolaan rantai pasok, terutama pada aspek distribusi produk yang belum efisien akibat keterbatasan koordinasi dengan pemasok, minimnya adopsi teknologi, dan lemahnya manajemen persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen rantai pasok (Supply Chain Management/SCM) dalam meningkatkan efisiensi distribusi produk pada UMKM di Kota Surabaya melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kualitatif dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit dalam rentang tahun 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi distribusi UMKM dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu manajemen persediaan bahan baku, koordinasi dan kolaborasi dengan pemasok maupun distributor, tingkat adopsi digitalisasi rantai pasok, serta keterbatasan sumber daya manusia dan modal. Penerapan SCM yang terintegrasi dan berbasis teknologi digital terbukti mampu menekan biaya operasional, mempercepat waktu pengiriman, dan meningkatkan daya saing UMKM.
Copyrights © 2026