Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar sering terkendala oleh metode konvensional yang hanya memberikan dampak memori jangka pendek pada siswa. Hasil analisis kebutuhan pada 39 siswa kelas 5 SDI Khoiru Ummah Malang menunjukkan bahwa 84% siswa lebih mudah dan senang belajar melalui unsur permainan, sementara keterbatasan fasilitas sekolah membatasi penggunaan smartphone dan laboratorium komputer. Penelitian ini bertujuan mengembangkan fitur minigame pada game edukasi 3D Bahasa Inggris “FUNLISH” berbasis platform PC menggunakan pendekatan Mechanics, Dynamics, and Aesthetics (MDA) Framework, sebagai media yang memungkinkan siswa mempraktikkan kosakata Bahasa Inggris secara interaktif. Pengembangan dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) melalui model Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall, mencakup tahap analisis kebutuhan, desain, implementasi menggunakan Unity 6 Engine, hingga pengujian fungsional. Game dikembangkan dengan enam level materi kosakata sesuai buku teks My Next Words Grade 5 pada Kurikulum Merdeka, dilengkapi fitur minigame berbasis gambar dengan sistem timer dan skor. Pengujian black box terhadap 17 test case menunjukkan seluruh fitur berfungsi sesuai skenario yang dirancang, dengan tingkat keberhasilan 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa fitur minigame pada game FUNLISH telah berhasil dibangun secara fungsional dan siap dilanjutkan ke tahap pengujian penerimaan pengguna pada implementasi lapangan.
Copyrights © 2026