Tingginya angka penggunaan obat yang tidak rasional serta maraknya miskonsepsi pengelolaan obat domestik di tingkat rumah tangga masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat di daerah perkotaan padat penduduk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kognitif dan keterampilan psikomotorik komunitas Ibu-Ibu PKK dan Kader Surabaya Hebat (KSH) RT 002 / RW 011 Kampung Nyamplungan 10 mengenai pilar Simpan dan Buang (SIBU) dalam kerangka program DAGUSIBU. Metode pelaksanaan diintegrasikan dengan aktivitas rutin komunitas warga melalui tiga tahapan intervensi utama: ceramah interaktif dua arah berbasis media poster visual, demonstrasi dan simulasi praktis pengrusakan fisik wadah/kemasan obat, serta evaluasi kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner cetak (Pre-Test dan Post-Test). Hasil evaluasi statistik menunjukkan adanya lonjakan rata-rata nilai pengetahuan peserta secara signifikan dari 52,4 (kategori cukup) menjadi 93,8 (kategori sangat baik) dengan perolehan N-Gain Score sebesar 0,87 yang tergolong dalam kategori Efektivitas Tinggi. Selain aspek kognitif, kegiatan ini berhasil merekonstruksi perilaku psikomotorik warga dalam mengelola dan membuang limbah obat domestik secara mandiri, sehingga meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan limbah obat secara aman sehingga berpotensi mengurangi risiko penyalahgunaan kemasan obat dan pencemaran lingkungan
Copyrights © 2026