Kegiatan ini bertujuan menerapkan teknologi biodigester untuk mengolah kotoran sapi dan sampah sayuran menjadi biogas di Desa Sukamandi. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan limbah organik sebagai energi dan terbatasnya pengetahuan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi pembuatan biodigester tipe batch kapasitas 200 liter, pencampuran substrat (70% kotoran sapi dan 30% sampah sayuran), fermentasi anaerob selama 30 hari, dan demonstrasi pemanfaatan biogas. Hasil menunjukkan bahwa biogas yang dihasilkan dapat dibakar dan digunakan untuk memanaskan air selama 23,17 menit, serta residu fermentasi berpotensi sebagai pupuk kompos. Masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan dan menunjukkan peningkatan pengetahuan serta keterampilan. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi biodigester dapat menjadi solusi pengelolaan limbah organik sekaligus penyedia energi alternatif yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2026