Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon
Vol 11, No 1 (2026): JUNI

PENDIDIKAN GENDER BERBASIS BUDAYA TANIMBAR DALAM PERSPEKTIF TEORI KONSTRUKTIVISME

Cayetanus Andreas Masriat (Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik Ambon.)
Eustakius Yaftoran (Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik Ambon)



Article Info

Publish Date
29 Aug 2026

Abstract

Tulisan ini mengkaji pendidikan gender berbasis budaya Tanimbar melalui perspektif konstruktivisme untuk memahami bagaimana pemaknaan kesetaraan gender dibangun dari pengalaman, simbol, dan praktik budaya lokal. Meskipun masyarakat Tanimbar memiliki struktur sosial yang cenderung patrilineal, berbagai kearifan lokal seperti konsep ompok ain–udan ain, relasi duan–lolat, serta simbolisme kain tenun menempatkan perempuan sebagai pusat kehidupan, pelindung, dan penjaga harmoni dalam kosmologi Tanimbar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap literatur terbit tahun 2020–2025 dan beberapa referensi klasik untuk menelusuri narasi budaya dan konstruksi peran perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Tanimbar secara konsisten menghadirkan perempuan sebagai entitas bernilai tinggi yang berperan dalam reproduksi sosial, kesuburan, dan stabilitas komunitas. Melalui kerangka konstruktivisme, pengetahuan gender dipahami sebagai hasil interaksi individu dengan pengalaman historis-budaya dan interpretasi atas realitas sosial. Temuan ini membuka peluang integrasi nilai budaya lokal ke dalam kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk membangun pemahaman gender yang kontekstual dan reflektif. Studi ini menegaskan bahwa pendidikan gender berbasis budaya Tanimbar merupakan pendekatan strategis dalam memperkuat kesetaraan gender secara holistik dan relevan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Copyrights © 2026