Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon
Vol 11, No 1 (2026): JUNI

Misi Holistik dan Dimensi Ekologis : Membangun Kesadaran Ekoteologi dalam Pelayanan Gereja Masa Kini

Yosef Antonius (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Penelitian berjudul “Misi Holistik dan Dimensi Ekologis: Membangun Kesadaran Ekoteologi dalam Pelayanan Gereja Masa Kini” ini berupaya menegaskan urgensi pelayanan yang mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia sekaligus lingkungan. Dalam konteks ini, penginjilan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan rohani, tetapi juga menyentuh aspek menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari karya keselamatan Allah. Dengan demikian, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara teologi penciptaan dengan tanggung jawab ekologis yang harus dijalankan oleh umat manusia. Gereja pun dapat mengambil peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan mendorong upaya pelestarian ciptaan Tuhan bahkan pelestarian alam tersebut memberikan keuntungan dan memenuhi kebutuhan umat manusia. Penelitian ini berdasarkan telaahan dari berbagai sumber literatur teologis dan etika lingkungan guna memahami bagaimana ajaran Alkitab mengenai penciptaan dapat membangun kesadaran ekoteologi dalam pelayanan gereja masa kini termasuk juga menelaah keterkaitan dampak yang ditimbulkan penggunaan sumber daya air dari alam untuk kepentingan umat manusia sebagai ciptaanNya dalam pelestarian alam serta dampak pelayanan penginjilan gereja. Implementasi kesadaran ekoteologinya dapat diwujudkan dalam penerapan energi terbarukan (renewable energy) sebagai praktik nyata pelestarian lingkungan gereja masa kini. Fokus utama kajian ini ialah menafsirkan teologi penciptaan karya Allah sebagai landasan bagi komitmen ekoteologis dan perjuangan keadilan lingkungan dalam kehidupan iman Kristen. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa teologi penciptaan karya Allah menyajikan dasar teologis yang kokoh untuk tanggung jawab ekologis, dengan menekankan posisi manusia sebagai pengelola bumi yang berkewajiban memelihara harmoni ciptaan Allah. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti kerentanan kelompok masyarakat akibat degradasi lingkungan, sekaligus menggarisbawahi pentingnya aksi kolektif serta advokasi gereja dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang lingkungan yang adil dan berkesinambungan. Sebagai penutup, penelitian ini menekankan bahwa integrasi antara prinsip teologis dan tindakan nyata pelestarian lingkungan sangat diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan ekologis yang muncul di era kontemporer gereja masa kini.

Copyrights © 2026