Artikel ini membahas konsep solidaritas eksistensial sebagai pembentuk jati diri Kristiani dalam perspektif teologi politik Johann Baptist Metz. Solidaritas tidak dimaknai sebagai empati pasif, melainkan sebagai keterlibatan eksistensial yang berpijak pada memoria passionis - ingatan akan penderitaan sebagai dasar praksis iman. Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis filosofis-teologis, artikel ini menelusuri keterkaitan antara solidaritas, spiritualitas bermata terbuka, dan harapan eskatologis dalam pembentukan identitas Kristiani yang profetis. Dengan mengacu pada pemikiran Mazhab Frankfurt dan kritik atas rasionalitas modern, artikel ini menemukan bahwa solidaritas eksistensial merupakan bentuk iman yang menyejarah dan menolak pelarian rohani, serta menjadi dasar keterlibatan Kristiani dalam realitas dunia secara etis dan transformatif.
Copyrights © 2025