Sindrom metabolik, rendahnya kepatuhan penggunaan obat, dan praktik swamedikasi yang kurang tepat masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko penyakit, pentingnya penggunaan obat secara teratur, serta pemahaman tentang pemilihan dan penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan pada ibu PKK Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Metode yang digunakan berupa kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi mengenai sindrom metabolik, kepatuhan penggunaan obat, dan swamedikasi, disertai sesi diskusi interaktif serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebagai deteksi dini faktor risiko penyakit metabolik. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai penerapan pola hidup sehat, pentingnya aktivitas fisik rutin, pengaturan pola makan seimbang, pencegahan komplikasi penyakit kronis, serta bahaya penggunaan obat tanpa informasi yang tepat dan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara langsung pada tanggal 19 April 2026 dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Farmasi sebagai pemateri dan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi selama edukasi berlangsung, aktif dalam sesi tanya jawab, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terkait pola hidup sehat, pentingnya kepatuhan terapi, dan penggunaan obat secara bijak sesuai golongannya. Implementasi kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, membangun kesadaran preventif terhadap penyakit metabolik, dan memperkuat peran ibu PKK sebagai agen edukasi kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.
Copyrights © 2026