Peningkatan kompetensi guru dalam merencanakan dan mengases pembelajaran mendalam memerlukan pembinaan profesional yang tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi, tetapi mendorong dialog dan refleksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis refleksi guru sebagai mediator dalam hubungan supervisi akademik kolaboratif berbasis Focus Group Discussion dengan kompetensi perencanaan dan asesmen pembelajaran mendalam pada guru SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri atas 205 guru dari 13 SMP Negeri di Kota Pekanbaru yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 421 guru. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert sebanyak 60 pernyataan dan dianalisis dengan statistik deskriptif, analisis jalur, serta uji Sobel. Supervisi akademik kolaboratif berbasis FGD berada pada kategori sangat baik (rata-rata 4,2222), sedangkan refleksi guru (3,9500) dan kompetensi perencanaan dan asesmen pembelajaran mendalam (3,9332) berada pada kategori baik. Supervisi berhubungan signifikan dengan refleksi guru (β = 0,709; p < 0,001). Supervisi dan refleksi secara simultan menjelaskan 49,6% variasi kompetensi. Hubungan langsung supervisi dengan kompetensi tetap signifikan (β = 0,365; p < 0,001), demikian pula refleksi guru (β = 0,397; p < 0,001). Hubungan tidak langsung sebesar 0,281 terbukti signifikan (Z Sobel = 5,24), sehingga refleksi guru berperan sebagai mediator parsial. Temuan menegaskan pentingnya mengintegrasikan dialog supervisi, refleksi terstruktur, dan tindak lanjut perbaikan pembelajaran.
Copyrights © 2026