Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif, kesiapan, hambatan, serta faktor pendukung guru PAUD dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) tanpa asesmen deteksi dini di TK Asnur Dumai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan terdiri atas lima guru PAUD dan satu kepala sekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki perspektif positif terhadap ABK serta berupaya memberikan layanan sesuai kebutuhan anak melalui pengalaman mengajar, kesabaran, dan penyesuaian pembelajaran. Namun, kesiapan guru masih terbatas akibat minimnya pelatihan pendidikan inklusif, belum tersedianya asesmen deteksi dini, keterbatasan sarana prasarana, serta belum optimalnya kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kompetensi guru, penyediaan asesmen deteksi dini, serta pengembangan sistem layanan inklusif untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di PAUD.
Copyrights © 2026