Cidera olahraga merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) karena tingginya intensitas aktivitas fisik selama proses pembelajaran praktik olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dan kejadian cidera olahraga pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Pahlawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross-sectional. Responden penelitian terdiri atas mahasiswa aktif Program Studi Penjaskesrek Universitas Pahlawan yang mengikuti aktivitas pembelajaran olahraga. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang mencakup karakteristik cidera, jenis cidera, lokasi cidera, serta faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik yang berkaitan dengan kejadian cidera olahraga. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis hubungan untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap kejadian cidera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa pernah mengalami cidera olahraga selama mengikuti aktivitas praktik. Jenis cidera yang paling dominan adalah sprain dan strain, dengan lokasi cidera terbanyak terjadi pada bagian ekstremitas bawah seperti pergelangan kaki dan lutut. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian cidera meliputi kesiapan fisik yang kurang optimal, kelelahan, riwayat cidera sebelumnya, intensitas aktivitas olahraga yang tinggi, serta faktor teknik gerakan dan lingkungan olahraga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian cidera olahraga pada mahasiswa Penjaskesrek Universitas Pahlawan dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan melalui peningkatan kebugaran fisik, edukasi keselamatan olahraga, pengelolaan beban aktivitas, serta penerapan pembelajaran praktik olahraga yang berbasis manajemen risiko cidera.
Copyrights © 2026