Pemantauan manual dapat memperlambat deteksi penyimpangan suhu dan kelembapan pada inkubator industri berkapasitas 25.000 telur Specific Pathogen Free (SPF). Penelitian ini mengevaluasi dampak monitoring PLC–HMI–IoT terhadap efektivitas pemantauan dan indikator keandalan operasional. Sistem mengintegrasikan sensor RS485, PLC, HMI, Haiwell Cloud, serta alarm aplikasi dan email. Evaluasi mencakup perbandingan dengan instrumen referensi selama 12 jam (49 pengamatan), sepuluh uji notifikasi, monitoring 24 jam, dan perbandingan indikator pemeliharaan selama tiga bulan sebelum dan sesudah implementasi. Deviasi maksimum adalah ±0,1 °C dan ±0,1 %RH. Seluruh notifikasi diterima dengan waktu respons rata-rata 19,5 detik melalui aplikasi dan 23,8 detik melalui email. Rata-rata downtime menurun dari 355,0 menjadi 145,3 menit (59,06%), MTTR gabungan dari 118,3 menjadi 87,2 menit/kejadian, availability rata-rata meningkat dari 99,18% menjadi 99,66%, dan rata-rata failure rate menurun dari 0,0000694 menjadi 0,0000386 kegagalan/menit. Kontribusi penelitian adalah evaluasi terukur integrasi PLC–HMI–IoT tanpa mengubah sistem kendali eksisting. Perubahan indikator menunjukkan keterkaitan dengan deteksi gangguan yang lebih cepat, tetapi belum membuktikan kausalitas tunggal karena penelitian hanya mencakup satu inkubator.
Copyrights © 2026