JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026

IDENTIFIKASI PERILAKU TIDAK AMAN PEKERJA OPERATOR ASPHALT PAVER DENGAN METODE AHP KOTA SURABAYA

Muhammad Shafiudin (Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya)
Feri Harianto (Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya)
Felicia Tria Nuciferani (Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Workplace accidents in the construction sector remain a serious challenge, especially in projects that rely on heavy equipment such as asphalt pavers. Human factors often become the dominant cause, reflected in unsafe behaviors like inadequate education, poor understanding of procedures, ignoring safety rules, fatigue, weak communication, and insufficient attention to equipment conditions. This study aims to identify unsafe behaviors among workers and determine the dominant factors that increase accident risks. Using the Analytical Hierarchy Process (AHP), researchers gathered primary data through questionnaires completed by nine asphalt paver operators on a road construction project in Surabaya. The analysis indicates that among the five main criteria, poor communication ranks as the highest contributor to unsafe behavior, with a weight of 0,360. Fatigue ranks lowest, with a weight of 0,077. These results highlight the urgency for management to strengthen communication practices within project environments. Workers should feel empowered to express feedback to management on areas that need improvement, helping create a healthier workplace. Abstrak Kejadian kecelakaan kerja pada sektor konstruksi masih menjadi permasalahan yang serius untuk diselesaikan, terutama pada pengerjaan konstruksi yang membutuhkan pengoperasian alat berat seperti Asphalt Paver. Faktor manusia sendiri seringkali terjadi yang menyebabkan dominan melalui berbagai tindakan berupa perilaku tidak aman, seperti kurangnya pendidikan dan pemahaman, mengabaikan prosedur keselamatan, kelelahan, komunikasi yang buruk, hingga kurangnya dalam pemerhatian kondisi alat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku tidak aman apa saja yang dapat terjadi pada pekerja dan mengidentifikasi perilaku tersebut untuk menentukan faktor dominan yang menyebabkan resiko kecelakaan terjadi. Metode penelitian yang digunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan tipe data primer berupa kuesioner yang dibagikan kepada sembilan responden pekerja operator alat berat Asphalt Paver pada pembangunan jalan di kota Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima kriteria utama yang diambil, faktor komunikasi yang buruk menjadi prioritas dengan nilai pembobotan 0,360 dalam memengaruhi terjadinya perilaku tidak aman pekerja, dan kriteria paling bawah ada pada kelelahan dengan nilai pembobotan 0,077. Hasil temuan ini dapat diartikan bahwa diperlukan penguatan manajemen pada penerapan komunikasi di lingkungan proyek, pekerja dapat memberikan timbal balik dari apa saja yang perlu diperbaiki dalam lingkungan proyek kepada manajemen sehingga dapat tercipta lingkungan yang sehat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmts

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan ...