Vegetasi merupakan elemen penting dalam desain arsitektur di iklim tropis yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika sajap. Namun, berperan dalam meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Kenyamanan thermal dalam suatu gedung merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dan kesehatan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh vegetasi terhadap kondisi termal di lingkungan Gedung Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengukuran lapangan pada beberapa titik berbeda yang memiliki tingkat vegetasi bervariasi. Analisis menggunakan inputan dari data kuantitatif Thermal Control Tool dari Center for the Built Environmet (CBE), yang merupakan perangkat lunak berbasis website. CBE akan meminta data kenyamanan thermal dengan perhitungan nilai PMV antara lain data suhu udara, kelembaban udar, kecepatan angina, rata-rata metabolism tubuh serta data level pakaian yang digunakan. Predicted Mean Vote (PMV) merupakan metode pengukuran yang memperkirakan respon manusia (pengguna gedung) terhadap kondisi thermal sekitarnya berupa sensasi thermal. Sensasi termal didasarkan pada standar ASHRAE yaitu +3 hot (panas), +2 warm (hangat), +1 slightly warm (agak hangat), 0 neutral (netral), -1 slightly cool (agak sejuk), -2 cool (sejuk), dan -3 cold (dingin). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Gedung F yang dikelilingi oleh vegetasi menunjukkan suhu yang lebih rendah dan kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Gedung Laboratorium Terpadu.maka dapat disimpulkan keberadaan vegetasi di sekitar bangunan terbukti efektif dalam menurunkan suhu mikroklimat dan meningkatkan kenyamanan termal lingkungan kampus.
Copyrights © 2026