Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak ekonomi, sosial budaya, serta implikasi keberlanjutan lingkungan dari penyelenggaraan event pariwisata tahunan Beautiful Malino 2025 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pertumbuhan pariwisata berbasis event di Indonesia menuntut pemahaman yang seimbang antara manfaat ekonomi dan pelestarian ekosistem lokal, terutama pada destinasi dataran tinggi yang secara ekologis sensitif. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman dan persepsi mendalam informan. Data primer dikumpulkan selama tiga bulan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pelaku usaha mikro, dan pemangku kepentingan pariwisata, dikombinasikan dengan observasi partisipan dan dokumentasi lapangan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beautiful Malino 2025 berhasil mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal secara signifikan dan memperkuat visibilitas budaya daerah, namun pada saat yang sama menimbulkan tekanan lingkungan berupa peningkatan timbulan sampah dan indikasi alih fungsi lahan yang mengancam tata ruang hijau kawasan pegunungan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan event ke depan perlu berorientasi pada keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip Triple Bottom Line (profit, people, planet). Rekomendasi kebijakan yang diajukan meliputi penerapan sistem manajemen sampah berbasis komunitas serta regulasi zonasi tata guna lahan yang lebih ketat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026