Gangguan pendengaran merupakan penurunan kemampuan persepsi suara yang disebabkan oleh gangguan pada telinga luar, tengah, atau dalam maupun saraf pendengaran, yang dapat berdampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional dan sosial. Kondisi telinga luar seperti penumpukan serumen, otitis eksterna, dan kelainan anatomi dapat menyebabkan gangguan pendengaran konduktif. Meskipun demikian, penelitian yang mengkaji hubungan antara temuan endoskopi telinga luar dan skor Hearing Handicap Inventory for Adults (HHIA) di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara temuan endoskopi telinga luar dan skor HHIA pada pasien di RS Palang Biru Gombong. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 122 responden. Seluruh peserta mengisi kuesioner HHIA untuk menilai dampak gangguan pendengaran pada aspek emosional dan sosial, kemudian menjalani pemeriksaan endoskopi telinga luar. Analisis statistik dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kondisi telinga luar dan skor HHIA. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara skor HHIA total dan kondisi telinga luar (p = 0,031). Hubungan yang signifikan juga ditemukan pada subskala emosional (HHIE) dengan kondisi telinga luar (p = 0,00), sedangkan subskala sosial (HHIS) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p = 0,468). Temuan ini mengindikasikan bahwa kelainan telinga luar lebih berpengaruh terhadap aspek emosional dibandingkan aspek sosial pada disabilitas pendengaran.
Copyrights © 2026