Kehilangan gigi anterior rahang atas dapat mengganggu fungsi pengunyahan, estetika, dan kesehatan periodontal, sehingga memerlukan restorasi sementara yang mampu mempertahankan fungsi serta mendukung adaptasi jaringan gingiva. Belum banyak penelitian yang mendeskripsikan secara sistematis prosedur pembuatan temporary bridge menggunakan gigi artifisial pada kasus anterior dengan resesi gingiva sebagai pedoman praktik laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara rinci proses pembuatan jembatan temporer dengan mempertimbangkan aspek teknis, biologis, dan estetika. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Prosedur pembuatan temporary bridge menggunakan gigi tiruan pada kondisi gingival recession dimulai dari pencetakan model kerja, perapian model kerja, penanaman model kerja pada okludator, pembuatan sambungan kawat/retensi, pembuatan facing, pencocokan gigi artifisial, pemberian bahan separator, packing akrilik self-curing warna putih, pengaplikasian bahan akrilik self-curing warna putih, packing akrilik self-curing warna merah muda, penyusunan gigi artifisial, serta tahap finishing dan polishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan temporary bridge tidak hanya berfungsi sebagai restorasi sementara, tetapi juga sebagai sarana diagnostik dan evaluasi sebelum pembuatan gigi tiruan permanen. Temporary bridge mampu mempertahankan ruang, fungsi oklusal, serta estetika, sekaligus membantu pembentukan kontur jaringan gingiva yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa temporary bridge pada kasus resesi gingiva efektif dalam mempertahankan fungsi dan estetika sekaligus mendukung evaluasi serta pembentukan kontur gingiva.
Copyrights © 2026