Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi keluarga. Di Kabupaten Sumbawa, upaya pencegahan stunting masih didominasi oleh pendekatan yang berfokus pada ibu, sementara potensi peran ayah sebagai pengambil keputusan dalam keluarga belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan keluarga berbasis budaya lokal untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting di Desa Lape, Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan Action Research melalui tiga siklus yang meliputi planning, action, observation, dan reflection. Partisipan terdiri atas 25 ayah atau calon ayah yang dipilih secara purposive sampling, dengan melibatkan ibu, kader kesehatan, bidan desa, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Intervensi dilakukan melalui edukasi partisipatif, diskusi kelompok, pendampingan keluarga, dan kunjungan rumah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan focus group discussion, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Penerapan intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan ayah, ditandai dengan meningkatnya proporsi responden yang memiliki pengetahuan tinggi dari 36% pada pra-siklus menjadi 84% pada akhir siklus III. Selain itu, terjadi peningkatan keterlibatan ayah dalam mendampingi kehamilan, mendukung pemenuhan gizi keluarga, memanfaatkan pelayanan kesehatan, dan pengambilan keputusan terkait kesehatan ibu dan anak. Pendekatan keluarga berbasis budaya lokal yang diterapkan melalui Action Research efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting. Pelibatan ayah yang disesuaikan dengan nilai budaya lokal berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif untuk memperkuat program percepatan penurunan stunting di tingkat masyarakat.
Copyrights © 2026