Regulasi emosi merupakan faktor psikologis penting yang membantu lansia beradaptasi terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial guna mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara regulasi emosi dengan kualitas hidup pada lansia di Kelurahan Dauhwaru. kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan seluruh lansia di Kelurahan Dauhwaru, dengan sampel 138 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen Kajian menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat regulasi emosi klasifikasi sedang (40,6%) dan kualitas hidup klasifikasi tinggi (53,6%). Hasil uji Spearman Rank merefleksikan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,213 dengan p-value 0,012 (< 0,05). Hal ini merefleksikan adanya hubungan dengan arah positif dan kekuatan hubungan yang lemah antara regulasi emosi dengan kualitas hidup pada lansia. Diskusi: Semakin baik kemampuan regulasi emosi, maka semakin baik pula kualitas hidup lansia. Regulasi emosi membantu lansia menghadapi berbagai perubahan selama proses penuaan guna mempertahankan kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi serta kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2026