Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi serius yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi jangka panjang, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, anemia, hingga gangguan pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan pendapatan keluarga dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kintamani II tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu hamil terdaftar pada bulan Juli 2025, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang memperoleh 94 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (35,1%), pendapatan keluarga tinggi atau ≥ UMK (67,0%), dan prevalensi KEK sebesar 38,3%. Hasil analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian KEK (p = 0,036), sedangkan pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian KEK (p = 0,536). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan gizi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian KEK, sementara tingkat pendapatan tidak menjamin kecukupan gizi ibu hamil. Disarankan bagi Puskesmas Kintamani II untuk mengoptimalkan edukasi gizi secara intensif melalui Kelas Ibu Hamil guna memicu perubahan perilaku konsumsi pangan sehat.
Copyrights © 2026