Dermatosis kehamilan merupakan kelompok kelainan kulit yang muncul selama kehamilan dengan manifestasi klinis yang dapat saling tumpang tindih, variasi morfologi lesi, dan keterbatasan pemeriksaan penunjang. Kondisi tersebut dapat mempersulit diagnosis dan menyebabkan keterlambatan penatalaksanaan, terutama pada dermatosis yang berisiko terhadap luaran maternal-fetal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tantangan diagnosis dermatosis kehamilan serta dampaknya terhadap akurasi dan keterlambatan diagnosis. Penelitian ini menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA. Literatur diperoleh dari PubMed, Google Scholar, Wiley Online Library, dan ScienceDirect berdasarkan framework PEO. Sebanyak 18 studi cross-sectional yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Kualitas studi dinilai dengan JBI Critical Appraisal Checklist for Analytical Cross-Sectional Studies. Hasil menunjukkan bahwa studi yang dianalisis memiliki kualitas metodologis sedang hingga baik. Tantangan diagnosis utama meliputi tumpang tindih manifestasi klinis, terutama antara Pemphigoid Gestationis (PG) dan Polymorphic Eruption of Pregnancy (PEP/PUPPP), variasi morfologi lesi, serta keterbatasan pemeriksaan penunjang. Mayoritas kasus ditemukan pada trimester ketiga dan primigravida. Keterlambatan diagnosis pada PG dan Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP) berkaitan dengan peningkatan risiko prematuritas, intrauterine growth restriction (IUGR), dan stillbirth. Diagnosis dermatosis kehamilan memerlukan pengenalan klinis yang tepat dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi.
Copyrights © 2026