Pemberian ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi signifikan oleh faktor sosial budaya. Salah satu yang menjadi hambatan adalah masih adanya faktor sosial budaya yang tidak mendukung ASI Eksklusif, Misalnya, ada kepercayaan tentang kolostrum, yang tidak boleh untuk bayi karena dianggap susu basi saat ASI belum lancar, atau ketika bayi makan prelakteal. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan sosial budaya terhadap pemberian ASI Eksklusif di Desa Lubuk Bilang , Kecamatan Rambah Samo. Penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Semua populasi dijadikan sampel yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan sosial budaya terhadap pemberian ASI secara Eksklusif dengan uji statistik chi square menunjukkan bahwa nilai signifikan p-value = 0,004< 0,05. Diharapkan pada ibu yang memiliki bayi agar memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya, untuk meningkatkan status kesehatan bayi
Copyrights © 2026