Umur panen merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas dan kualitas hijauan Gliricidia sepium sebagai sumber pakan ternak ruminansia. Penentuan umur panen yang tepat diperlukan untuk memperoleh keseimbangan antara produksi biomassa dan pertumbuhan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan umur panen terhadap produktivitas tanaman gamal berdasarkan karakter pertumbuhan dan morfologi tanaman. Parameter yang diamati meliputi diameter pangkal batang, diameter anakan, tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah total, berat daun muda, berat daun tua, berat cabang, lebar daun muda, lebar daun tua, panjang daun muda, dan panjang daun tua. Penelitian menggunakan dua perlakuan umur panen, yaitu 60 dan 80 hari setelah pemangkasan (HSP), dengan masing-masing perlakuan terdiri atas 12 tanaman. Data dianalisis menggunakan Independent Samples t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter anakan, berat cabang, lebar daun muda, lebar daun tua, dan panjang daun muda. Sebaliknya, jumlah anakan, berat basah total, berat daun muda, berat daun tua, dan panjang daun tua tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Secara umum, umur panen 80 hari menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang lebih baik dibandingkan umur panen 60 hari, namun belum meningkatkan seluruh komponen produktivitas biomassa secara signifikan. Dengan demikian, umur panen 80 hari berpotensi digunakan sebagai acuan dalam budidaya Gliricidia sepium, dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara produktivitas hijauan dan kualitas nutrisi pakan
Copyrights © 2026