pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan strategi resiliensi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) berbasis pemberdayaan perempuan melalui integrasi inovasi teknologi pengolahan pangan lokal pada Forum UMKM-IKM Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Mitra sasaran, yang didominasi oleh perempuan pengrajin camilan tradisional enye-enye di Desa Padurenan, menghadapi hambatan mendasar berupa keterbatasan kapasitas produksi akibat penggunaan alat parut manual serta kerentanan daya simpan produk karena sistem pengemasan yang belum standar. Metode pelaksanaan kegiatan mengaplikasikan pendekatan Community Based Development (CBD) yang mencakup tahap sosialisasi, pelatihan manajemen, penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), pendampingan intensif, serta evaluasi keberlanjutan program. Intervensi teknologi dilakukan melalui implementasi mesin parut singkong listrik berbahan stainless steel 304 di sisi hulu dan mesin continuous band sealer dengan kemasan standing pouch di sisi hilir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya efisiensi proses produksi hulu yang signifikan, di mana kapasitas pemarutan meningkat dari 5–8 kg/hari per individu menjadi 25–30 kg/hari, sekaligus memperpanjang daya simpan (shelf-life) produk enye-enye dari 3 hari menjadi 3–6 bulan tanpa mengubah cita rasa. Peningkatan efisiensi operasional dan kualitas kemasan ini berhasil mendorong penguatan resiliensi ekonomi perempuan, meningkatkan pendapatan mitra, serta memperluas jangkauan pemasaran produk. Secara keseluruhan, integrasi inovasi teknologi dan pendampingan tata kelola usaha terbukti efektif mentransformasi usaha tradisional berbasis kelompok perempuan menjadi unit usaha mikro yang lebih mandiri, higienis, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Bogor.
Copyrights © 2026