Bunga kersen (Muntingia calabura L.) mengandung metabolit sekunder, khususnya flavonoid dan fenolik, yang diketahui berpotensi menghasilkan beragam efek biologis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol bunga kersen melalui pendekatan in silico dan in vitro. Pada pendekatan in silico, senyawa yang dilaporkan terdapat pada tanaman kersen ditelusuri melalui basis data KNApSAcK Family dan dianalisis menggunakan molecular docking dengan AutoDock Vina terhadap reseptor COX-2 (PDB ID: 5IKR). Pengujian in vitro dilakukan dengan metode stabilisasi membran eritrosit menggunakan natrium diklofenak sebagai kontrol positif. Simulasi docking menghasilkan tiga senyawa dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) lebih rendah daripada ligan pembanding asam mefenamat (−10,07 kal/mol), yaitu Hiravanone (−10,62 kcal/mol), Myrtillin (−11,48 kcal/mol), dan Kaempferol 7-(6''-p-coumarylglucoside) atau Biondnoid A (−12,59 kcal/mol). Pada konsentrasi 200 ppm, ekstrak etanol bunga kersen menunjukkan persentase stabilitasi membran eritrosit sebesar 47,08%, sedangkan natrium diklofenak mencapai 62,17%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak mampu mempertahankan integritas membran eritrosit dan memiliki potensi aktivitas antiinflamasi. Kaempferol 7-(6''-p-coumarylglucoside) menunjukkan afinitas docking paling menguntungkan terhadap COX-2 di antara senyawa yang dianalisis secara in silico dan berpotensi untuk dikaji lebih lanjut.
Copyrights © 2026